SULTRAKINI.COM: KENDARI – Harga berbagai jenis plastik di Kota Kendari mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir akibat dampak konflik perang antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS) yang memicu penutupan jalur Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak dan bahan baku industri terbesar dunia. Kondisi ini berdampak pada tersendatnya pasokan nafta, bahan baku utama plastik, sehingga harga di tingkat pedagang ikut melonjak tajam.
Salah satu penjaga toko plastik di Pasar Andonuhu, Asna Yana, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sekitar satu minggu terakhir. Ia mengaku terkejut karena harga barang di sistem kasir tiba-tiba berubah naik tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Baru sekitar satu minggu terakhir naiknya. Tiba-tiba harga di komputer kasir sudah berubah semua, jadi kami juga kaget saat cek barang,” ujar Asna saat ditemui, Sabtu (4/4/2026) sore.
Menurut dia, hampir seluruh produk berbahan plastik mengalami kenaikan, mulai dari kantong plastik, kantong makanan, kantong sampah, mika, botol wadah minuman, hingga styrofoam makanan dan bahan plastik lainnya.
Barang yang paling banyak dicari pembeli, kata dia, masih didominasi kantong plastik dan wadah makanan, karena menjadi kebutuhan utama para pelaku usaha kuliner.
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada kantong plastik ukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp9 ribu per pak, kini melonjak menjadi Rp17 ribu. Sementara mika makanan naik dari Rp27 ribu menjadi Rp34 ribu per isi 25 pcs.
Tak hanya itu, wadah botol minuman seperti untuk Pop Ice juga naik dari Rp10 ribu menjadi Rp14 ribu, sedangkan styrofoam makanan naik dari Rp33 ribu menjadi Rp36 ribu.
Asna menambahkan, dampak kenaikan harga juga mulai terasa pada ketersediaan stok. Beberapa barang yang paling sering dibeli pelanggan kini mulai habis, terutama styrofoam makanan yang hingga kini belum kembali mendapat suplai.
“Kalau stok yang sering dicari sudah mulai kosong, terutama styrofoam. Sampai sekarang belum ada suplai lagi,” katanya.
Kondisi ini memicu beragam reaksi pelanggan. Sebagian pembeli mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang mendadak, bahkan ada yang memilih mencari toko lain dengan harga lebih murah.
Selain itu, beberapa pelanggan yang biasanya berjualan makanan disebut memilih berhenti sementara, karena biaya operasional untuk kemasan plastik dinilai semakin mahal.
Pedagang memperkirakan harga plastik masih berpotensi naik dalam waktu dekat. Menurut Asna, lonjakan kali ini merupakan yang paling tinggi sejak tokonya mulai beroperasi pada 2017 di kawasan Pasar Andonuhu.
“Selama toko buka dari 2017, baru kali ini kenaikannya sangat signifikan seperti ini,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

10 hours ago
7
















































