Dekan III FKIP UHO Dorong BEM dan DPM Jadi Lokomotif Prestasi serta Penyalur Aspirasi Mahasiswa

1 month ago 53

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Dekan III FKIP Universitas Halu Oleo, Edy Karno, menyampaikan pesan penting kepada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP Universitas Halu Oleo Periode 2026 yang baru dilantik secara resmi di Aula FKIP UHO, 20 Februari 2026 pagi.

Dalam sambutannya, Prof. Karno mengajak seluruh pengurus untuk bersyukur atas terselenggaranya pelantikan di tengah berbagai kendala dan padatnya agenda akademik, termasuk masa libur mahasiswa dan sejumlah hari libur nasional di awal tahun.

Ia menegaskan bahwa BEM dan DPM harus mampu membangun pola organisasi yang baik, solid, dan profesional. Menurutnya, perbedaan idealisme dan ego dalam proses pembentukan kepengurusan adalah hal yang wajar, namun ketika sudah berbicara organisasi, seluruh pengurus harus bersatu dalam satu tujuan.

“Ketika kita berbicara organisasi, maka yang dikedepankan adalah fungsi dan tanggung jawab sebagai perwakilan mahasiswa,” tegasnya.

Prof. Karno berharap BEM sebagai lembaga eksekutif mampu menjalankan perannya secara maksimal, terutama dalam mendukung pencapaian indikator kinerja utama fakultas, khususnya pada bidang prestasi mahasiswa. Ia menyebut BEM harus menjadi lokomotif bagi seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dalam mendorong aktivitas akademik dan pengembangan keilmuan.

Sementara itu, DPM diharapkan menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan konstruktif. DPM diminta terus memberikan arahan, saran, dan kontrol terhadap program-program BEM agar tetap berjalan sesuai aturan dan tujuan organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik organisasi. Dengan jumlah mahasiswa aktif FKIP yang mencapai 8 ribu lebih orang, pengurus BEM dan DPM yang hanya puluhan orang harus mampu menjadi teladan, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

“Tugas kalian bukan sekadar menjadi pengurus, tetapi menjadi mediator kepentingan mahasiswa dan membawa nama baik fakultas,” ujarnya.

Dalam sesi wawancara, Prof. Karno menambahkan bahwa organisasi merupakan sarana penting untuk membangun kapasitas kepemimpinan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa akademik tetap menjadi prioritas utama mahasiswa.

“Berorganisasi itu penting, tetapi tujuan utama mahasiswa adalah menyelesaikan studi tepat waktu. Organisasi adalah penunjang, kuliah tetap yang utama,” katanya.

Ke depan, ia berharap lembaga kemahasiswaan FKIP UHO terus berbenah dan benar-benar menjadi wadah aspirasi mahasiswa serta berkontribusi dalam memajukan fakultas.

“FKIP harus tetap maju dalam berbagai hal, dan itu membutuhkan peran aktif organisasi mahasiswa,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|