SULTRAKINI.COM: KENDARI – Setelah pelaksanaan Job Fair yang diikuti 1.644 peserta pada Januari lalu, Universitas Halu Oleo (UHO) kembali memfasilitasi tahapan lanjutan rekrutmen PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) Kolaka melalui sesi wawancara bagi alumni yang lolos seleksi berkas.
Tahap interview tersebut berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO selama dua hari mulai dari 5 – 6 Maret 2026, dan diikuti lebih dari 243 alumni UHO yang sebelumnya dinyatakan lolos tahap administrasi.
Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M) UHO, La Ode Sirjon, S.H., LL.M, menjelaskan bahwa tahapan wawancara merupakan kelanjutan dari proses seleksi yang dilakukan setelah kegiatan Job Fair.
“Dari sekitar delapan ratus lebih pelamar yang diseleksi berkasnya, sebanyak 243 orang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap interview,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pada prinsipnya proses wawancara tersebut awalnya direncanakan dilaksanakan di kawasan industri Pomalaa. Namun setelah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, pelaksanaan akhirnya dipindahkan ke kampus UHO.
“Pertimbangannya efisiensi waktu dan biaya bagi para pelamar. Jika dilaksanakan di Pomalaa tentu membutuhkan biaya perjalanan dan waktu yang lebih besar bagi alumni,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyerapan tenaga kerja alumni, UPA PK2M UHO juga memfasilitasi seluruh kebutuhan pelaksanaan interview, mulai dari penyediaan sarana hingga dukungan teknis kegiatan.
Menurut Sirjon, rekrutmen yang dilakukan PT IPIP Kolaka kali ini menjadi salah satu yang terbesar sejak UPA PK2M UHO berdiri pada 2013.
“Kami mendapatkan informasi awal bahwa jumlah yang akan diterima lebih dari 100 orang. Ini tentu menjadi angin segar bagi alumni karena peluangnya cukup terbuka,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga kerja perusahaan pada tahap awal ini difokuskan pada beberapa posisi di sektor industri pengolahan tambang.
Adapun jurusan yang paling banyak dibutuhkan berasal dari Fakultas Teknik, FMIPA, serta beberapa program studi di FKIP, khususnya Geografi. Sementara dari FISIP, peluang juga terbuka bagi lulusan Administrasi, Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Hukum.
Sirjon menjelaskan bahwa PT IPIP Kolaka bukan perusahaan penambangan, melainkan perusahaan industri yang bergerak pada pengolahan hasil tambang.
“Karena bergerak di industri pengolahan, kebutuhan tenaga kerjanya memang lebih banyak pada bidang teknis,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam proses wawancara, perusahaan banyak menanyakan kemampuan teknis pelamar serta pengalaman magang maupun pengalaman kerja sebelumnya.
“Kami berharap perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan profesional sesuai kebutuhan industri,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan interview tersebut, setiap sesi diikuti empat peserta secara bergiliran agar tidak menimbulkan kerumunan, mengingat kegiatan berlangsung pada bulan Ramadan.
Selain itu, proses wawancara juga melibatkan penerjemah karena sebagian tim rekrutmen berasal dari luar negeri dan menggunakan bahasa Mandarin.
“Sekitar 98 persen alumni kita belum menguasai bahasa Mandarin, sehingga dalam proses wawancara harus menggunakan translator,” ungkap Sirjon.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi kampus untuk membuka peluang penguatan pembelajaran bahasa Mandarin di masa mendatang, baik melalui mata kuliah tambahan maupun kemungkinan pembukaan program studi baru.
Sirjon berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang bekerja sama dengan UHO dalam membuka akses lapangan kerja bagi para alumni karna ini baru tahap pertama perekrutan PT. IPIP dan kedepan makin banyak lagi yang akan direkrutnya.
“Kami membuka akses seluas-luasnya bagi perusahaan yang ingin merekrut alumni UHO. Harapannya, lulusan kita bisa terserap di dunia industri dan memberikan kontribusi nyata,” pungkasnya.
Laporan: Andi Mahfud

4 weeks ago
46
















































