SULTRAKINI.COM: KENDARI — Menjelang bulan suci Ramadan, permintaan buah kelapa di pasar tradisional di Andonuhu Kota Kendari mengalami peningkatan signifikan. Komoditas yang paling banyak diminati masyarakat adalah kelapa tua untuk kebutuhan memasak sahur dan berbuka.
Salah seorang pedagang kelapa, Rehan, mengatakan harga kelapa itu bervariasi tergantung ukurannya yang ditawarkan.
“Kalau sekarang harganya mulai Rp8.000, Rp10.000, sampai Rp12.000 per butir, tergantung ukuran,” ujarnya saat ditemui di lapaknya 18 Februari 2026.
Menurutnya, ukuran kecil dengan harga Rp 8.000, sedang harga Rp10.000 dan yang besar itu Rp12.000 dan yang paling banyak dicari masyarakat itu ukuran yang sedang ya karna menjelang Ramadan dinilai pas untuk kebutuhan rumah tangga.
Ia menjelaskan, perbandingan penjualan hari biasa dengan menjelang puasa sangat jauh berbeda. Lonjakan pembeli terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Kalau hari biasa omzet saya sekitar Rp2 jutaan per hari. Tapi dua hari terakhir jelang puasa ini bisa sampai Rp3,6 juta per hari,” jelasnya.
Dari sisi volume penjualan, kelapa yang terjual mencapai ratusan butir setiap hari.
“Biasanya laku sekitar kurang lebih 200 sampai 400 butir per hari,” tambahnya.
Untuk pasokan, Rehan mengaku kelapa yang dijual berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara, seperti Konawe, Kolono, Andoolo, hingga Kolaka Timur. Distribusi dilakukan rutin setiap hari atau paling lambat tiga hari sekali.
“Kelapa ini diantar dari beberapa daerah di Sultra, jadi stok kami aman untuk Ramadan,” katanya.
Selain kelapa, ia juga menjual komoditas pendukung lain seperti gula merah dan sagu yang turut diburu masyarakat. Gula merah dijual seharga Rp22.000, sementara sagu Rp26.000 per bungkus.
“Lumayan banyak juga yang cari gula merah sama sagu, apalagi menjelang puasa kebutuhan meningkat,” ujarnya.
Rehan menambahkan, dirinya telah berjualan kelapa di pasar tersebut selama kurang lebih 22 tahun. Ia juga menjelaskan bahwa harga beli dari petani dipatok rata meski ukuran kelapa berbeda.
“Harga dari petani sama rata, jadi kami tidak bisa menawar berdasarkan ukuran,” pungkasnya.
Laporan: Andi Mahfud

1 month ago
70
















































